Aku membalikkan badanku dan menatap manik Coklat kekasihku. Sedikit kukerutkan keningku karena aku tak memahami arah dari pertanyaannya. Aku merasa ada sesuatu di balik pertanyaan yang di lontarkannya. "Maksudku, bagaimana kamu bisa merasakan kekuatannya hingga seperti tadi. Setahuku, saat kamu melihat Jenglot pun kamu hanya sakit kepala, tak seperti tadi?" tanya Hendra meralat pertanyaannya dengan lebih jelas dan gamblang. Jenglot, tiba-tiba aku teringat pada saat jalan-jalan dengan Hendra beberapa bulan lalu ke sebuah tempat yang berada di pinggiran sungai. Di sana aku melihat seseorang menemukan sebuah benda yang orang-orang sebut Jenglot. Saat itu aku tak merasakan efek yang di luar batas, aku hanya sakit kepala saja. Tapi tadi saat aku melihat kalung itu dengan lebih da

