Kemesraan

1006 Kata

Aku menatap nanar pada pintu kamar yang sudah teronggok di lantai dan beberapa orang bertubuh tinggi dan kekar, dan salah satunya adalah pria yang mengantarku dan Ria ke kamar kami, Pak Imam. Tapi bagaimana dia bisa berada di antara orang-orang bertubuh kekar dan tinggi itu? Ah shit... hampir saja aku lupa jika Pak Imam adalah pelayan di resort ini, jadi bukan hal yang aneh jika dia berada di antara orang-orang itu karena membantu mereka mendobrak pintu kamar yang di sewa. "Ndan...," teriak salah satu di antara mereka yang sontak saja membuatku langsung mengalihkan pandanganku ke arah Hendra yang kini sudah terkapar di atas lantai dengan beberpa luka di lengan dan wajahnya. "Hen...," kataku sambil berlari ke arah Hendra. Dengan susah payah dia mencoba bangun dan mengesamping

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN