Chapter 89

1000 Kata

Saat ini Kenneth mengeluarkan keringat dengan sangat banyak. Bahkan ia sudah berlatih pedang dengan tiga jam lamanya, sayangnya Pangeran Ed tidak lelah berlatih pedang. "Paman, apa kau ingin bertaruh kepadaku, jika kau kalah kau harus memakan asinan timun pedas lima mangkok. Kupikir ini bagus, sedangkan jika aku kalah aku akan memakan makanan hingga tiga piring dengan gandum penuh," ucap Pangeran Eeadric. Trang … trang … Suara pedang beradu saat ini. Kenneth pun tahu bahwa Raja Jorsh melihatnya dari balkon ruangan kerja di kastil lantai atas. Kenneth sedang tidak berpura-pura saat ini melawan Pangeran Eadric. Dirinya benar-benar beradu pedang dengan Pangeran Eadric. Keyra dan Arin pun memetik beberapa bunga untuk hiasan ruangan di kamar Pangeran Eadric beserta para pelayan lainnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN