PART 30

1509 Kata

    Danang berdiri di mulut koridor utama pada jam pulang sekolah. Tangannya ia benamkan di saku celana, sesekali para siswa yang lewat menyapa dan dijawab dengan anggukan. Kedua matanya tertuju lurus pada tangga area kelas dua belas, ia terlihat menunggu sesuatu. Hingga beberapa menit kemudian yang ditunggunya muncul, bergabung dengan jubelan manusia untuk pulang ke tempatnya masing-masing. "Diva!" Panggilan tersebut seketika menghentikan langkah Diva. Gadis itu tampak enggan untuk menghampiri kepala sekolahnya. Hingga akhirnya yang dilakukan hanya berdiri diam. Danang mendekat, meskipun banyak mata yang melihat mereka berdua, ia bisa memastikan bahwa pembicaraannya tidak akan didengar oleh siapapun. "Ada yang harus saya bicarakan dengan kamu." ujar pria jangkung tersebut. "Maaf, Pak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN