"Bener 'kan tebakan saya tadi? Milan memang pintar masak, mau kolaborasi sama saya buat menu baru?" tanya Bondan setelah selesai mencicipi masakan Milan. Arkan menggelengkan kepalanya tanda tak setuju yang membuat Milan bingung. Bondan bertanya kepadanya tapi kenapa Arkan yang menolak? Aneh memang. "Gue ngajak dia ke sini bukan untuk ngebuat dia jadi asisten masak lo," ujar Arkan. Bondan terkekeh pelan lalu melipat tangannya di depan d**a. "Lihat, dia menjadi posesif sekarang," ujar Bondan yang membuat dahi Arkan berkerut lalu melihat ke arah Milan. Apa yang dikatakan Bondan tidak sepenuhnya salah, terkadang Milan juga merasa jika Arkan terlalu posesif kepadanya, hampir dalam segala hal. "Kalau gitu kita pergi dulu, sudah sore," pamit Arkan pada Bondan. Laki-laki itu mengangguk seraya

