Semerbak bau obat dan infus merasuk ke indra penciumannya. Ia bisa merasakan jika sekujur tubuhnya begitu ngilu saat ia menarik napas panjang yang membuat terdengar desahan pelan serentak dengan kedua matanya yang perlahan terbuka. Cahaya lampu yang dipantulkan oleh dinding bercat putih menambah silau pandangannya. Butuh beberapa waktu sampai ia bisa menyesuaikan dengan terang bohlam itu. Ia tersentak ketika mendapati Irgi sedang tidur di samping ranjangnya. "Gi," panggilnya pelan yang membuat laki-laki itu terbangun dan seketika terperanjat kaget seakan Arkan adalah orang yang baru bangkit dari kematian. "Kok lo bangun? Gak kurang lama jadi muminya?" tanya Irgi yang sudah kembali dengan ekspresi normal. Arkan terkekeh pelan dengan desahan kesakitan di sela-selanya yang bisa Irgi denga

