Kedua matanya terbuka serentak dengan suara berisik yang berasal dari luar. Napasnya tersengal-sengal seperti baru saja ditenggelamkan ke dalam air untuk waktu yang lama lalu kembali mencul di permukaan dan menghirup udara. "Aish telat," Ia segera beranjak dari sofa setelah melihat jam di ponselnya. Pukul tujuh dan mestinya gerbang sudah ditutup. Buru-buru ia pergi ke kamar mandi dan mengenakan seragam. Semalam, ia sengaja menginap di markas. Jarak rumahnya dengan markas Adhitama cukup jauh, jadi akan lebih baik jika ia berjaga di markas dan memantau semuanya. Dengan bantuan Raden dan Mark, mereka berhasil memasang sebuah kamera pengintai berukuran kecil di sekitar markas Adhitama. Hal itu cukup membantunya dalam mengintai keadaan sekitar. Setelah mengenakan seragam yang seperti biasa

