Chapter 23 : Choose One

2277 Kata

Keesokan paginya, seperti biasa Arkan menjemput Milan lebih pagi. Setelah pamit pada mama Milan. Laki-laki itu segera tancap gas untuk mengantarkan sang tuan putrinya pergi ke sekolah. Arkan tersenyum melihat wajah Milan yang terlihat begitu cantik dari kaca spion motornya. Tangannya bergerak menarik tangan Milan untuk melingkarkan tangannya di pinggangnya yang membuat gadis itu tersentak lalu tersenyum. Setiap pagi seakan menjadi waktu yang terbaik untuk menghabiskan waktu bersama. "Sekarang aku punya hobi baru," ujar Milan seraya tersenyum. "Apa?" tanya Arkan. "Naik motor Arkan dan berangkat dibonceng Arkan setiap hari," jawab Milan yang membuat senyuman merekah di wajah Arkan. Seluruh bebannya serasa hilang saat ia bersama Milan. Gadis itu adalah obat terbaik yang sedari dulu sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN