"Topi gue kemana?" Sudah lebih dari lima belas menit yang lalu, Milan menggeledah seluruh isi tasnya tak lupa laci mejanya dan lokernya yang dijajakinya. Tapi tak menemukan benda berwarna putih abu-abu itu. Pasti tertinggal di meja belajarnya tadi malam. Milan kembali duduk di kursinya, koperasi tentu belum buka jam segini. Apa lagi beberapa menit kemudian upacara akan segera dimulai. Saat dia melihat Deam yang memasuki pintu masuk, ia buru-buru berdiri. "Lo bawa topi dua gak?" tanya Milan pada gadis itu. Dean menggelengkan kepalanya, "topi lo kemana?" tanya Dean balik. "Ketinggalan," entah kenapa tapi Dean merasa wajah Milan sekarang benar-benar menyedihkan. Gadis itu segera pergi ke kursinya yang ada di sebelah Milan. "Tumben, biasanya yang paling inget," ujar Dean seraja meletakkan

