Hidup itu seperti ujian. Jika bisa menyelesaikan setiap soalnya dengan baik pasti akan mendapat nilai bagus dan sebaliknya. Seperti halnya pembatas kaca yang ada di hadapan mereka. Batas antara dua nomor yang berbeda dengan jawaban yang berbeda pula. Dia tersenyum tipis pada saudara tirinya itu. Hukuman sudah dijatuhkan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Andreas benar-benar mengakui kejahatannya meski nyatanya rencananya telah gagal dan dendamnya belum terbalaskan. Persidangan pun tidak berbelit sehingga permasalahan cepat selesai. "Mau apa ke sini?" terdengar serak dan berat. Arkan menatap Andreas yang tampak sama seperti saat terakhir mereka bertemu. "Jenguk saudara," balasnya. Andreas terkekeh geli mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Arkan. Berada di sini seperti memenda

