Chapter 17 : Breakdown

1637 Kata

Pagi ini koridor sepi, aneh ketika jam enam pagi hanya segelintir murid yang mengisi kelas. Milan melewati koridor dengan canggung, pasalnya Arkan mengikutinya dari belakang. Tapi lain halnya dengan Arkan yang memandang Milan sambil tersenyum. Andai sekolah ini miliknya, ia sudah meminta satu kelas dengan gadis itu. Arkan pun mempercepat jalannya agar posisinya sejajar dengan Milan. "Canggung gak sih?" tanya Arkan tiba-tiba yang membuat Milan sontak menoleh. Seharusnya saat canggung seseorang akan mencoba membangun pembicaraan tapi Arkan malah mengatakan suasana saat ini. Aneh. "Hmm," gumam Milan. Ia tidak tahu harus merespon apa. "Lo masih takut sama gue?" tanya Arkan. Laki-laki itu menoleh ke arah Milan. Sementara gadis itu masih diam seraya memandang ke arah depan. Seakan tak ingin m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN