Chapter 24 : New Case

2137 Kata

"Dia marah cuma karena gue minta buat keluar Markolevi, emang itu permintaan yang sulit? Apa gue salah?" Milan melempar tubuhnya ke atas kasur berukuran king size dengan bed cover abu-abu yang baru saja datang dari laundry tadi pagi. Pandangannya menerawang ke langit-langit kamarnya, konsentrasinya pecah berkali-kali setiap ia berusaha untuk fokus pada materi olimpiade. Jadi, belajar di saat-saat seperti ini tidak akan bisa masuk ke otak walau ia berusaha keras. Ia juga tidak tahu harus berbuat apa sekarang sementara pembinaan akan dimulai besok. Pastinya ia akan mendapat surat tugas dari pagi jadi tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan Arkan. Gadis itu beranjak dari tempat tidur lalu pergi ke dapur demi segelas air. Ekor matanya melihat kamar Zidan yang setengah terbuka, menampakka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN