Berhenti peduli atau tetap khawatir. Dua pilihan yang kini berkutat di kepala Milan. Materi olimpiade yang ada dihadapannya seakan tak mempan untuk mempengaruhi pikirannya. Ia benci khawatir akan sesuatu, baginya itu memuakkan. Gelisah, pikiran berkecambuk, dan susah fokus adalah efek samping dari khawatir. Apalagi yang ia khawatirkan tidak mempedulikannya sama sekali. Itu terasa semakin menjengkelkan. Liam yang duduk di samping, sesekali memperhatikan Milan yang belum menyentuh satu pun soal di depannya. Mungkin dia sedang banyak pikiran. Melihat nanti akan diadakan pertemuan dengan Markolevi. Laki-laki itu mengeluarkan satu bungkus minuman yakult dari tasnya lalu menusukkan sedotan di salah satu botol. Ia mengeser minuman itu ke meja Milan yang membuat gadis itu sontak menoleh. "Apa i

