*** Pada akhirnya tidak ada perjuangan yang sia-sia, semua orang akan mencapai puncaknya di waktu yang benar-benar tepat dan tidak ada orang yang bisa mengganggu waktu itu *** Wajah-wajah tegang penuh harapan itu sedari tadi tidak melepaskan tatapan mereka pada pintu yang menjulang tinggi di hadapan mereka, di dalam sana ada Rindu Hafshayu yang sedang berjuang untuk ujian tesisnya. “Gila sih, mbak Rindu yang ujian tapi gue yang deg-degan parah, sampai dingin tangan gue, Mbak,” ucap Khalila yang duduk di samping Karlita. Hari ini memang mereka berdua yang menemani Rindu. “Diam La, jantung gue berasa mau lompat dari tempatnya padahal giliran gue baru seminggu lagi,” ucap Karlita, memang kali ini Rindu dan Karlita mendapatkan jadwal yang berbeda. “Udah berapa

