Catherine terbaring di atas ranjangnya, matanya tertutup rapat. Wajahnya pucat, dan pernapasannya tenang. Hari yang panjang dan melelahkan telah berlalu sejak ia kembali dari Ziarah ke makam Axel, kakak laki-lakinya yang tersayang. Tiba-tiba, pintu kamarnya perlahan terbuka, dan Dennis memasuki ruangan. Dia sudah menunggu di luar kamar Catherine sejak dua jam yang lalu, sejak Catherine pulang bersama mantan kekasihnya, Alexander. Dennis tahu bahwa Catherine sedang mengalami masa sulit, dan dia ingin ada di sampingnya. Dennis duduk di sisi ranjang Catherine dan menatapnya dengan penuh perhatian. Dia tahu dia harus memberikan dukungan pada Catherine, meskipun dia merasa diacuhkan selama beberapa jam terakhir. "Catherine," bisik Dennis dengan lembut, mencoba membangunkannya dari tidurnya.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


