Part Ten

1645 Kata

Gadis itu masih saja bergelayut manja dibahu Arsen. Sesekali Arsen melirik Sena dengan tatapan khawatir. Lelaki itu melihat pelupuk mata gadis itu penuh dengan air mata. Gadis itu membawa nampan berisi minuman yang diminta Farah. Sambil menahan air matanya yang sangat ingin mendesak keluar itu, Sena buru-buru menaruh minuman berwarna merah itu diatas meja. Pandangan Sena dan Arsen bertemu. "Makasih," Ucap Farah ceria. Suara gadis itu memang sangat terdengar ceria. Ntah siapa gadis itu, Sena juga tidak tahu. Dia butuh penjelasan, sebuah penjelasan yang keluar dari bibir Arsen untuk menjelaskan siapa gadis itu. Segera Sena masuk kedalam kamarnya dan Arsen kemudian menguncinya rapat-rapat. Tubuh Sena luruh dan jatuh terduduk. Jelas dia cemburu, sambil memegang dadanya yang sangat terasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN