Rara sedikit gugup, duduk dengan ditatap sampai segitunya. Sesekali ia memalingkan wajahnya sembari menyedot caramel macchiato pesanannya. Meski sudah beberapa kali bertemu, rasa canggung itu tetap saja masih ada. Rara memang tipikal orang yang tidak bisa langsung nyaman berada di dekat orang baru. Setelah berdebat alot dengan Laila sepulang sekolah tadi, akhirnya Rara diizinkan pergi ke sebuah coffee shop atas undangan seseorang. Meski Laila tidak membiarkan Rara pergi sendiri begitu saja, Rara akhirnya mengalah ketika Laila mengekorinya sampai di tempat yang dimaksud. Setidaknya Rara bersyukur karena Laila masih memberinya sedikit privasi. Laila memilih tempat duduk yang berbeda ketika kakaknya terlihat memang tengah ditunggu oleh seseorang. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik

