BAB 27(c)

1009 Kata

"Dimas sudah berpulang dua tahun lalu," ujar wanita paruh baya itu lirih. "Dia menyerah dengan hidupnya. Semua pengorbanan yang kami lakukan, tidak pernah bisa menyentuh hatinya. Dia pergi dengan membawa semua kebahagiaan keluarga kami. Dia pergi dengan membawa luka di hati Satria. Dia pergi begitu saja hingga membuat kami hancur dalam penyesalan yang tak berujung." Rara tidak tahu apa yang harus ia katakan. Ia masih berusaha menerima kenyataan yang baru saja didengarnya. Semua tampak sibuk dengan pikirannya masing-masing. Lidah Rara terasa kelu, tatapannya kosong menerawang jauh. Ibu Satria pun tidak jauh berbeda. Wanita paruh baya itu terlihat sibuk dengan kegiatannya menyeka air mata yang sejak tadi tidak mau berhenti mengalir. "Satria, anak itu, selama ini selalu memendam semuanya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN