"Rasanya aneh, ya? Kalian ngerasa gitu enggak?" Ojan kembali mendesah pelan melihat reaksi pasif dari kedua sahabatnya, Kenzo dan Farros. "Meski baru beberapa bulan kenal Satria, gue merasa kehilangan banget saat anak itu tiba-tiba pindah seperti ini. Jujur saja, kelas gue sangat bergantung sama Satria. Berkat dia, kelas gue enggak dipandang sebelah mata lagi." Ojan mengaduk baksonya yang telah dingin. Entah kenapa bakso kesukaannya di kantin, hari ini terasa lain. Pria itu sama sekali tidak tertarik dan hanya memainkannya saja dengan pandangan menerawang. Tidak jauh berbeda dengan Ojan, Kenzo juga tengah dilanda kegundahan yang sama. "Mereka berdua tiba-tiba menghilang dalam waktu yang hampir bersamaan." Farros tiba-tiba berujar dengan pandangan menerawang. "Semua orang menganggap se

