Kenzo membungkukkan badan ke arah deretan tempat duduk para guru sebagai penghormatan dan tanda terima kasih setelah menyampaikan pidato kelulusannya. Sesuai tradisi sekolah, lulusan terbaik pada tahun itu akan menyampaikan pidato dalam acara upacara kelulusan dan perpisahan. Kenzo sang peringkat satu tahun ini, mendapat kehormatan itu, berdiri di panggung yang megah dan sakral. Mata Kenzo berkaca-kaca ketika mengangkat kepalanya. Ia edarkan pandangannya kepada seluruh teman-teman satu angkatannya, wali murid, serta adik-adik kelasnya. Mengingat kejadian-kejadian tahun ini yang luar biasa, Kenzo tidak bisa menahan emosinya. Meski mendapatkan nilai terbaik, hatinya sama sekali tidak serta merta merasakan kebahagiaan. Ada sesuatu di sudut hatinya yang menolak itu. Sudut mata Kenzo menangka

