Rara melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa menuju ruang musik. Tujuan utamanya sekarang adalah Satria. Entah mengapa, setiap hatinya merasa gundah, Rara lebih memilih mencari lelaki itu. Hanya dengan bersama Satria, hati Rara bisa merasa tenang. Hanya dengan bersama Satria, Rara tidak harus menjadi orang lain. Hanya dengan bersama Satria, Rara akan melepas semua topeng kepura-puraannya. Hanya dengan bersama Satria, Rara bisa menangis tanpa takut ditertawakan. Mendekati ruang musik, sayup-sayup terdengar suara dentingan piano. Rara tersenyum tipis. Musik kali ini tidak terdengar penuh amarah seperti biasa. Sura lembut yang terdengar seolah menandakan pemainnya tengah jatuh cinta atau tengah merasakan hal yang menyenangkan. Rara membuka pintu ruang musik yang tidak terkunci dengan pe

