BAB 39

1141 Kata

"Minumlah. Aku yakin, kamu pasti lelah. Herbal ini bisa sedikit merilekskan tubuh yang penat." Aidan menyodorkan secangkir teh herbal yang baru ia bawa dari Cina. Setelahnya, ia pun duduk di salah satu kursi beranda rumah depan taman. Meski hari sudah semakin sore, pemandangan taman samping rumah tidak boleh dilewatkan begitu saja. Banyak bunga bermekaran pada pertengahan musim semi seperti ini. "Terima kasih," ujar Satria lirih lantas meraih cangkir teh herbalnya dan menyesapnya perlahan. Aroma teh yang menguar begitu merilekskan. Satria menyukai teh ini. Mungkin kapan-kapan ia akan memesan pada Aidan untuk membelikannya saat terbang ke Cina. "Rara sudah tidur ditemani Mama," ujar Aidan memulai pembicaraan. Pria yang berprofesi sebagai pilot di salah satu maskapai penerbangan terkenal d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN