BAB 38

1033 Kata

Seminggu sebelum pernikahan Ojan dan Namira. Kota Garmisch-Partenkirchen, Jerman. Satria mendesah pelan menatap angka pada termometer badan di tangannya. Ia sudah tahu akan seperti ini, tetapi gadis di hadapannya ini terlalu keras kepala. "Jangan memasang wajah seperti itu seolah-olah aku mau mati besok." Satria menyentil pelan dahi gadis manis yang tengah berbaring di hadapannya. "Jangan bicara sembarangan," ujarnya kesal. "Bagi saya, ini sudah masuk level siaga. Kamu harus diistirahatkan." "Apaan itu? Enggak mau!" balas gadis itu sewot. "Mana sini? Memangnya berapa sih? Demam biasa juga." Satria pasrah saja saat termometer di tangannya berhasil direbut. Ia menatap wajah pucat di hadapannya itu dengan sendu. "38 derajat dan kamu sudah heboh? Ck, berlebihan." Gadis itu terlihat men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN