Sebulan setelah menghadiri pernikahan Namira, Rara akhirnya kembali melakukan operasi yang digadang-gadang bisa membuat kondisinya jauh lebih stabil. Sejak beberapa hari lalu, Rara menjali perawatan di rumah sakit sebelum operasi lanjutan ini. Gadis itu sangat gugup. Ia bahkan sudah berpikir macam-macam tentang apa yang akan terjadi nanti. "Jangan terlalu membebani otakmu dengan pikiran-pikiran buruk." Rara mencebik kesal saat Aidan tiba-tiba masuk dan mengganggu kesenangannya melamun. "Kenapa Kakak di sini? Mama sama Papa mana?" "Jadi, kamu enggak suka dengan kehadiran Kakak? Sedihnya hatiku karena ditolak adik sendiri." Rara memutar bola matanya malas. Kakaknya yang satu itu memang tidak pernah berubah. Sangat kekanakan dan berlebihan adalah ciri khasnya. Namun, semua itu hanya Aidan

