Kenzo termenung menatap pantulan bulan purnama di dalam air kolam renang. Pikirannya terasa penuh dengan banyak hal setelah pertemuannya tadi dengan Rara dan Satria. Meski Kenzo telah menangis seperti anak kecil di hadapan mereka, tetap saja hal itu tidak membuat hatinya lega. Rasa sesak itu justru kembali datang yang membuatnya tidak bisa memejamkan mata sampai sekarang. Kenzo membuang napas lelahnya. Rasanya ia sudah selesai dengan semua ini dan pergi lari saja. "Membuang napas seperti tadi, sama saja dengan membuang keberuntungan." Kenzo mengalihkan perhatiannya pada sosok tinggi tegap yang kini telah duduk di sampingnya. Sean William Adams, seorang seniman jenius yang terlahir dari keluarga Adams, terlihat masih sangat muda dan tampan meski usianya sudah berada di pertengahan lima p

