BAB 29(c)

1008 Kata

Rara tersenyum kepada Satria meski matanya masih sembab dan wajahnya masih basah karena air mata. Gadis itu merasakan kegelisahan Satria. Sebenarnya, ia pun tidak mengerti, mengapa ia bisa berkata seperti itu. Kejadian akhir-akhir ini, membuat Rara menilik kembali kehidupannya selama ini. Entah itu firasat atau apa, ucapan Rara akhir-akhir ini, cukup membuat orang-orang di sekitarnya cemas. "Aku sudah mendengarnya," ujar Rara memecah keheningan. "Mendengar apa?" Satria tidak mengerti maksud ucapan gadis di hadapannya itu. Rara tersenyum tipis. "Kemarin kamu datang ke kelas dan mengatakan bahwa kita berpacaran." "Apa saya salah bicara?" Satria cemas dengan reaksi Rara. Namun, di luar dugaan, Rara justru menggelengkan kepala kemudian tersenyum kepadanya. "Aku hanya ingin berterima kasih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN