BAB 30

1092 Kata

Rara menatap kosong air langit yang sejak tadi jatuh dengan lebatnya. Hari sudah mulai senja, tetapi ia masih bertahan di sekolah, duduk di salah satu bangku kosong dekat lapangan basket yang terlindung dari hujan. Pikirannya melayang pada percakapannya dengan Satria. Bayangan Satria yang menangis hingga terisak seperti itu, terus mengganggu pikirannya. Terus terang, baru pertama itu Rara melihat sisi rapuh dari seorang Satria Arya Bima. Rara mendesah pelan. Mengingat perdebatan kecil antara dia dan Satria membuatnya lelah hati. Rara sampai mati-matian mengusir Satria yang berniat menemaninya menunggu. Namun, setelah perdebatan panjang yang juga diselingi ancaman-ancaman, akhirnya Rara berhasil membuat Satria pulang. Bukannya tidak suka ditemani menunggu, hanya saja untuk saat ini Rara bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN