Beberapa malam Rara tidak bisa tidur. Ia hanya mampu memejamkan mata sejenak lantas terbangun karena mimpi buruk dan terjaga hingga pagi. Masalah dan gosip yang ia terima akhir-akhir ini, cukup mengganggu pikirannya. Meski keluarganya curiga, tetapi ia berhasil menyembunyikannya dengan baik. Dia tidak bisa menceritakan begitu saja kegelisahan hatinya. Keluarga ini terlalu baik jika hanya harus mengurus dirinya yang selalu bermasalah. Rara berbaring dengan menatap langit-langit kamarnya. Sudah hampir jam tiga pagi, tetapi matanya belum bisa terpejam. Ingin melanjutkan belajar pun, rasanya percuma. Sekarang Rara baru sadar diri jika kemampuan otaknya tidak sebaik yang ia kira selama ini. Perbedaannya terlalu terlihat jelas ketika ia tahu jati dirinya yang asli. Lelehan bening itu mulai mel

