BAB 23

1603 Kata

Udara semakin dingin pada akhir bulan Desember. Gerimis juga sudah menjadi pemandangan sehari-hari pada puncak musim penghujan ini. Rara mengeratkan cardigan abu-abunya untuk menghalau dingin yang menusuk. Liburan akhir semester hampir berakhir. Hari-harinya hanya dihabiskan di ruang baca atau teras belakang rumah yang menyajikan taman bunga lili yang sangat terawat dan indah karena tangan terampil mamanya. Rara menatap pintu besar sekaligus jendela di ruang baca yang menampakkan hamparan bunga lili yang tengah mekar. Sayang sekali hari sedang gerimis sehingga memaksanya untuk berpuas diri menikmati keindahan bunga-bunga itu dari dalam. "Dingin?" Rara mengangkat wajahnya lantas tersenyum. Rizky kini tengah berdiri di sampingnya dengan selimut tebal di tangannya. Pria berlesung pipi itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN