Rara berdiam diri di ruang baca. Kesunyian di sana, selalu bisa membuat hatinya nyaman. Setelah kejadian kemarin, papanya melarang keras untuk pergi ke sekolah. Padahal, tadi pagi Rara sudah siap dengan seragam dan tasnya. Namun, ia harus mengurungkan niatnya itu karena keinginan orang tua dan desakan kakak-kakaknya. "Masih marah dengan kami?" Suara berat Aidan memecah lamunan Rara. Gadis bersurai panjang itu, melirik sang kakak yang sudah duduk di sampingnya. "Memangnya kalau enggak marah, bisa mengubah keputusan kalian?" ujar Rara sinis. "Kalian egois sekali." Rara membuang pandangannya pada taman di luar taman baca yang saat ini sedang banyak bunga bermekaran. Jujur saja, Rara masih malas berbicara dengan semua anggota keluarganya. Aidan terdengar menghela napas panjang. "Seharusny

