“Bu, Mbak. Saya kesini bukan untuk meminta penjelasan dari kalian mengenai kepergian Aara. Saya kesini untuk minta maaf kalau selama ini melakukan banyak kesalahan, terlebih jika sering sekali menyusahkan kalian." Ucap Harist yang membuat kedua wanita didepannya menahan airmata untuk tidak turun. Jahat rasanya membuat laki-laki itu bingung dan merasa bersalah atas hal yang bukan kesalahannya. Ya, memang tidak ada yang salah dalam keadaan ini, semuanya berhak memiliki keputusan, namun tidak bisa dipungkiri jika setiap keputusan diambil akan ada yang tersakiti. Sarah dan ibunya pun tidak menyangka dengan kepergian Aara membuat Harist sangat kacau dan berubah drastis. "Maafkan ibu ya, Nak. Bukan maksud ibu berbuat seperti kemarin. Tapi sungguh, ini adalah jalan yang terbaik. Nak Harist dan

