Bab 30. Thailand Mendebarkan

1077 Kata

"Ada apa,sih? Waktu kita nggak banyak loh ini!" ujar Reza sambil menunjuk arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. "Tapi, ini dokumen untuk kontrak yang ketinggalan, Pak! Tadi waktu Pak Reza telepon, aku sedang menyalinnya dari laptop ke flashdisk!" Livia mengacak rambut frustrasi. "Cuma flashdisk, kan? Nggak masalah!" ujar David ringan. "Nggak masalah buat Pak Reza, tapi masalah besar buat saya! Di sana ada dokumen yang sudah saya kerjakan beberapa bagian, Pak! Astaga!" Kini Livia menyandarkan punggung pada sandaran kursi. "Sudah, tenang saja dan nikmati perjalanannya!" Reza tiba-tiba mengusap puncak kepala Livia sehingga membuat perempuan itu membeku. Senyum tipis terukir di bibir Reza. Livia yang menatapnya seakan membuat rasa kesal akan sikap lelaki itu menguap begitu saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN