Bab 37. Tak Perlu Tanggung Jawab

1103 Kata

Reza membalikkan posisi sehingga kini Livia ada di bawah kungkungan lelaki tersebut. Hawa dingin dari mesin pendingin ruangan seakan tidak mampu memadamkan gelora liar dalam tubuh lelaki itu. Kepala Reza kini dipenuhi dengan berbagai pikiran kotor. Lelaki itu sedang ada dalam puncak hasrat yang menggebu. Entah mengapa Livia seakan mampu membangunkan singa yang sudah tidur dalam dirinya selama puluhan tahun. Rasa ingin memiliki itu kembali hadir setelah sekian lama. Livia yang terus menatap mata Reza seperti memahami apa yang sedang dipikirkan oleh lelaki tersebut. Dia menyeringai kemudian menarik kerah kemeja Reza sehingga jarak keduanya hanya setipis kertas. Seakan dirasuki, mereka pun melepaskan rasa cinta dengan ciuman hangat yang perlahan memanas. "P-Pak, tunggu!" Livia mendorong d*

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN