Bab 42. Tak Terduga

1088 Kata

Reza mengeluarkan sebuah kotak hitam dengan aksen keemasan dari kantong jasnya. Ketika dia membuka kotak itu, berlian pada cincin di dalamnya memantulkan cahaya lampu sorot. Lidah Livia mendadak kelu. Pandangan Livia kabur karena air mata yang mulai berdesakan. Dia menutup mulut yang menganga menggunakan ujung kedua telapak tangannya. Reza kembali memanggil nama Livia dengan sangat lembut. "Livia, ayo kita menikah!" seru Reza sekali lagi. Meski terdengar seperti sebuah paksaan, entah mengapa hati Livia sangat senang. Dia mengangguk mantap dan Reza langsung berdiri tegap. Reza menyematkan cincin bertahta berlian itu pada jari manis Livia. Semua tamu undangan langsung bertepuk tangan. Livia kini menangis haru. Reza memeluk tubuh ramping pujaan hatinya itu. Di antara riuh ucapan selamat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN