29. Menyerah

1677 Kata

Luke berkata dengan lantang. ""Ya, aku memanglah pengkhianat yang selama ini kau cari, Xaviera." Lalu menyeringai lebar. Delucia berbalik dan menatap ke arah Delucia. Terlihat dari sorot mata gadis itu jika dirinya terluka oleh ucapan Luke. Delucia mundur dua langkah. "Luke, kau .... " Bahkan gadis itu tidak sanggup meneruskan ucapannya. Seketika para pasukan iblis datang berbondong-bondong. Sebagian dari mereka kini masuk ke dalam gua sementara sisanya berjaga di mulut gua. Luke melangkah mundur, berdiri berdampingan dengan para pasukan iblis yang baru saja satang. Xaviera menarik tangan Blade dan Delucia, menyembunyikan mereka berdua di balik tubuh mungilnya. "Kenapa kau melakukan hal ini, Luke? Aku selalu mempercayaimu," lirih Delucia. "Kesempatanmu sudah datang, Luke. Jika tujua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN