28. Pengkhianat Sebenarnya

1535 Kata

Xaviera masih berdiri di depan makan Airia yang letaknya berdampingan dengan milik Lavina. Dengan air mata yang sudah membanjiri pipi, ia menatap ke arah dua gundukan yang ada di atas tanah itu. Hari sudah semakin sore, kini warna langit telah didominasi oleh jingga yang sedikit keunguan. Kedua tangan Xaviera terkepal erat di samping tubuhnya. Ia mengusap bekas air matanya yang turun lalu berbalik, pergi dari sana. Wajah Xaviera yang tadinya penuh dengan kesedihan seketika berubah. Aura kemarahan terpancar begitu jelas dari sorot matanya yang kini berkilat-kilat. Gadis itu berjalan ke arah gua, tempat di mana saudaranya kini tengah beristirahat setelah prosesi pemakaman Airia tadi siang. Blade, Delucia dan Luke yang tengah duduk dan beristirahat melihat Xaviera akhirnya kembali masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN