34. Ayah

1963 Kata

Eca mengerjapkan matanya beberapa kali, rasa tidak enak diperutnya berhasil membangunkannya. Ia melirik jam yang ada di dindingnya. “Udah jam 7 ternyata, waktunya makan malam..” gumam Eca, ia bangkit kemudian berjalan kekamar mandi mengerjakan rutinitasnya selama hampir 20 menit. Eca selesei tepat setelah menit ke 21 ia masuk kekamar mandi, ia mengeringkan rambutnya sambil terdiam menatap cermin memikirkan sikapnya pada Ken tadi sore. “Caa,” panggil Ken dari luar kamar Eca sambil mengetuk pintu kamar. “Bukain pintunya dong, abang minta maaf,” Eca tak bergeming ditempatnya, ia masih menyisir rambutnya yang sudah setengah kering. “Caa, makan yuk, lo pasti lapar kan? Gue tau kok lo kan anaknya tukang makan, makan ya, pliiisss bukaiin pintunya.” Ken masih mengetuk-ngetuk pintu kamar Eca

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN