33. Ribut

1581 Kata

Devan berlari keluar dari rumah sakit, ia tidak peduli dengan ucapannya pada Yuki, yang terpenting adalah Eca, lagi-lagi ia meninggalkan gadis itu demi Yuki. “b*****t-b*****t!! Kenapa gue harus ninggalin Eca cuma demi Yuki sih? Ingat Van!! Yuki udah ninggalin lo!?” teriak Devan sambil memukuli stir nya. Devan mencoba menelepon Eca, namun hanya berdering tidak diangkat sama sekali. “Caaa plis angkat telepon gue!” ucap Devan frustasi. Devan melajukan mobilnya kearah rumah gadis itu, ia berharap Eca sudah ada dirumah. Setelah 45 menit dalam perjalanan, Devan sampai dirumah Eca. Ia segera berlari ke rumah Eca, mengetuk pintu dengan keras berharap Eca akan membuka kan pintu untuknya. “Ecaaa bukain pintu Caaa!! Gue mau ngomong! Caaa maafin gue..” teriak Devan frustasi. “Lo punya salah apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN