22. Takut

1803 Kata

Devan kembali ke kelas setelah Caca pergi darinya. Ia tersenyum tipis melihat kotak makan yang ada ditangannya. Lo bisa bersikap manis juga ternyata. “Wih dapat makanan dari fans lagi lo?” tanya Wendy saat melihat sahabatnya itu membawa sebuah kotak makan. “Kepo.” jawab Devan dengan senyum tipisnya. “WEH ANJIR!!” umpat Firman. “Kenapa woy?” tanya Wendy. “Devan senyum!?” teriak Firman membuat seisi kelas menatapnya takjub. “Van?” panggil Gio teman sekelas Devan. “Siapa Van yang bisa buat lo senyum? Kasih tau gue, biar gue turutin semua permintaan dia.” lanjutnya dengan sok dramastis. “Van? Lo serius senyum? Cewek nih pasti! Siapa woy???” sahut Chik, lagi-lagi teman sekelas Devan. Benar-benar makhluk yang jarang senyum. “Pasti karena Eca yaaa...... ya kaaaannn....” goda Wendy. “Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN