“Pagiii Ecaaa sayaaaang...” sapa David. Laki-laki yang sangat-sangat terobsesi dengan Eca.
“Hehhe..” Eca berusaha tertawa didepan David.
Caca dan Nadine yang tahu perasaan Eca segera mengajak Eca pergi dari hadapan David.
“Caa, katanya lo mau cari sequel novel lo, ke perpus yukk...” ajak Nadine.
Eca yang paham akan suasana segera mengiyakan ajakan Nadine.
“Dav, gue ke perpus ya. Mau cari sequel novel, kali aja ada..” ucap Eca kemudian pergi meninggalkan David.
“Gue mau ikut..” ajak David.
“Ehh??” Nadine, Caca dan juga Eca melongo mendengar ajakan David “Lo kan gak pernah keperpus. Jadi mending gak usah..” jawab Nadine.
“Justru itu, gue pengen keperpus bareng Eca. Kali aja gue jadi kayak Eca jadi suka sama perpus..” sahut David.
Eca menghembuskan napasnya pasrah. Ia tidak bisa lari dari David..
“Dav, basket kuy!!!” teriak Alen, sahabat David.
“Yaampun abang Alen ganteng pisan euiii ...” bisik Nadine.
“Gantengan juga si Devan..” sahut Caca pelan seperti berbisik.
“Apa Ca? Gue gak denger..” sahut Nadine. Caca menggelengkan kepalanya “Gak papa..”
“Ekh ada neng Eca..” seru Alen saat ia sampai dihadapan Eca. “Pagi neng..” sapa Alen.
“Ini udah jam istirahat pertama. Udah jam 9! Mana ada ini pagi.” Sahut Nadine.
“Yehh si curut nyahut..”
“Ekh kutu babi lo diem!”
“Lo yang diam!”
“Lo!”
“Lo!”
“Berisik anying!!” sungut David.
“Keperpus aja yuk Caa!!” ajak David sambil menarik tangan Eca “Sakiit!!”
David segera melepaskan genggaman tangannya, begitu juga Alen dan juga Nadine. Mereka segera menghentikan pertengkaran alay mereka “Lo kenapa Ca?” tanya Caca.
Eca meringis menahan sakit di tangannya. Tangan yang terluka akibat perkelahiannya dengan Ary kemaren di genggam erat oleh David “Gu.. gue gak papa! Gue balik kelas aja ya!!” ucap Eca kemudian berjalan meninggalkan mereka semua.
“Gara-gara lo!!” sungut Caca pada David.
“Garaa-gara lo kutu babi!!” sahut Nadine pada Alen.
“Heh curut! Lo bacot!!”
Nadine dan Caca meninggalkan David dan Alen lalu menyusul Eca kekelas.
David berjalan meninggalkan Alen dengan perasaan Kesal “Dav!!”
“Gara-gara lo anjir rencana gue gagal!!” sungut David.
“Kok jadi gue?” gumam Alen sebal.
*
*
“Tangan lo kenapa?” tanya Caca khawatir.
Eca menggeleng “Gak papa..” jawab Eca.
“Ca, itu luka baru? Gak mungkin luka yang karena Ary kemaren lusakan? Lo berantem lagi? Atau lo dijahatin lagi sama Ary?” tanya Nadine beruntun.
“Ini bukan apa-apa kok. Apa sih kalian kok jadi sok-sok khawatir gini? Gue gak papa!!” jawab Eca.
“Ca, jujur sama kita aja kenapa? Gak usah bohong gitu! Lo berantem sama Ary lagi?” tanya Caca.
Eca terdiam bingung harus menjawab apa. Semalam ia beruntung tidak bertemu dengan Ken. Kalau sampai Caca dan Nadine tau, Ken juga pasti akan tahu semuanya.
“Kita janji gak akan cerita ke Ken! Lo pasti takut Ken marah kan? Lo boleh nginap dirumah gue ataupun Caca untuk beberapa hari sampai luka memar lo ilang..” ucap Nadine sambil menenangkan sahabatnya itu.
“Gue berantem sama Ary. Gue nyamperin Ary ke markasnya--”
“LO GILA CA??” teriak Nadine dan Caca bersamaan, membuat mereka bertiga menjadi sorotan anak kelas.
“Caca kalau dah digabung sama Nadine, bikin orang b***k makin b***k!!” sahut Clara.
“Heh duo rombeng! Berisik elaahh!! Gak lihat tuh si Eca terkejut denger kalian teriak?” sambung Fendy.
“Yehh bulu anjing! Diem lu!!” sungut Nadine pada Fendy.
“Caa.. lo serius?” tanya Caca pelan, berhasil menurunkan terkejutnya.
Eca mengangguk “Gue serius. Gue gedeg banget sama si Ary. Gara-gara dia Ken jadi kecelakaan. Karena sikap dia sama Tika yang buat gue pengen ngabisin dia kemaren.”
“Tika?” tanya Caca kaget. “Jadi lo gak tau soal Tika sama Ary?”
“Maksud lo?” tanya Eca heran.
“Lo tau soal Tika sama Ary?” tanya Nadine hati-hati.
“Udah sekitar dua bulan lalu kak Tika cerita ke gue kalau dia udah pacaran sama Ary. Awalnya gue kaget, terus dia bilang kalau dia udah gak ada apa-apa sama bang Ken. Mereka udah mutusin buat jalan sendiri-sendiri. Kenapa gue gak ngomong atau tanya ke lo, ya karena gue pikir itukan urusanya bang Ken ya, sekalipun kita dekat dan lo adeknya, gue rasa lo gak berhak ikut campur.” Jelas Caca.
“Sorry Ca. Gue gak bermaksud nyembunyiin semuanya..”
*fyi : Tika itu kakak sepupunya Caca.*
“Dua bulan yang lalu? Ken memang pernah cerita kalau hubungan mereka renggang. Tapi 3 hari kemudian mereka baikan. Kak Tika datang kerumah gue. Entah balikan atau baikan doang gue gak tau. Tapi yang jelas kecelakaan Ken kemaren berhubungan sama mereka berdua!”
“Oke ini ada hubungannya sama Ary. Tapi bukan berarti lo bisa seenaknya datang ke markas mereka Eca. Kalau lo di grepe-grepe gimana? Lo mau pulang hilang dah tuh masa depan lo?” sungut Nadine dan mendapat jitakan keras dikepalanya.
“Gila lo!! Gak lah!! Gak mungkin Ary berani macam-macam sama gue!”
“Terus sekarang lo lihat deh tampang lo ancur gini!!”
“Untung tampang bukan masa depan..” sahut Caca pelan.
“Tapi kan gak ancur-ancur amat. Buktinya tadi David gak ada komplen.” sewot Eca.
“Oke deh oke serah lo Ca! Pokoknya itu terakhir lo berurusan sama Ary! Kalau lo sampai ada urusan lagi sama dia gue bakal laporin ke bang Ken!!” sungut Nadine.
“Yeh elo, jadi pelaporan gini..” sungut Eca.
“Terus kok lo bisa lolos dari Ary?” tanya Caca.
“Devan nolongin gue lagi!!”
“DEVAN?” seru Caca kaget.
“Biasa aja kali Caa!” sungut Eca.
“Devan si kulkas? Lo serius??” tanya Nadine. Eca mengangguk tersenyum “Wah roman-romannya ada sesuatu nih ya..”
“Lo suka sama Devan?” tanya Caca jeplak.
“Mulut asal jeplak!!” sahut Eca sebal.
Krrriiiiinnnnggggg ... *anggap lah ya bel masukan sekolah..*
“Udah jangan berisik. Mau disuruh keluar sama bu Ranum?” seru Fendy yang duduk tak jauh dari mereka bertiga.
*
*
*
“Caaa..” panggil seseorang. Eca tersenyum mendapati siapa yang kini sedang memanggilnya “Mau pulang bareng???” tawarnya.
Eca tersenyum kemudian mengangguk “Tapi gue mau frappucino dulu kak..” Aby mengangguk kemudian mengelus kepala Eca “Kuy lahh..”
“Gue duluan ya!!” teriak Eca pada kedua sahabatnya “Oke tihati Ecaa..” sahut Caca..
Mereka berdua, Eca dan juga Aby berjalan beriringan. Puluhan pasang mata yang masih disekolah pun menyoroti mereka berdua.
“Omegad gue gak salah lihat? Mereka udah jadian??”
“Aaahhhh couple goals banget siihhh..”
“Yaampuun Aby rela kesini Cuma buat jemput Eca?”
“Padahal gue pikir Eca adalah cewek yang bakalan luluhin hati bekunya Devan..”
“Yah gue pikir Eca bakalan sama Devan..”
“Sama Devan aja pliiss. Biar gue bisa lihat Devan senyum, meskipun bukan karena gue..”
Eca terkejut melihat seseorang yang kini sedang berjalan tenang didepannya..
“Devann!!!” teriak Eca. Si empunya suara pun berhenti mendengar suara teriakan Eca.
“Bentar ya kak. Gue mau samperin temen gue dulu..” Aby mengangguk. Eca segera berjalan menghampiri Devan “Ada apa?”
“Lo punya sequelnya Atha-ku gak?” tanya Eca pada Devan. “Kenapa?”
“Gue mau pinjem, soalnya gue cari diperpus gak nemu..” jawab Eca.
“Ohh..” sahut Devan, kemudian melangkahkan kakinya lagi menuju parkiran sekolah.
“Ekh bentaaarrr...” Eca menarik lengan Devan membuat Devan dan beberapa orang terkejut. Gak biasanya Eca bersikap gitu ke cowok.
“Serius lo gak punya? Gue kepo niihhh sama lanjutannya..”
“Cari aja sendiri di toko buku..”
“Gak ada Devan! Kalau ada juga gue gak akan nanya ke lo!” sahut Eca.
Devan mengedikkan bahunya kemudian berjalan meninggalkan Eca “Tuh cowok memang gak ada akhlak!!” sungut Eca.
“Wehh gue gak salah lihat? Devan cuekin Eca? Bukannya dia suka sama Eca ya?”
“Devan kejem banget sih cuekin Eca kayak gitu..”
“Eca yang sabar ya, Devan memang gitu..”
“Gue selalu dukung lo sama Devan kok..”
“Kenapa?” tanya Aby. Kini Aby sudah berdiri disamping Eca. Eca menggeleng “Gak papa, ya udah yuk kak pulang..” Aby mengangguk kemudian mengikuti langkah Eca.
*
*
“Lo gak mau ketemu Ken? Kasihan tuh dia kangen sama lo..” seru Aby.
Eca menyeruput frappucinonya kemudian menggeleng “Gue takut kak kalau Ken bakal ngomelin gue.” Aby menggeleng “Gue jamin dia gak bakalan marahin lo. Gue bantu jelasin!”
“Kalau Ken ngomel gimana?” tanya Eca ragu-ragu.
Aby menggeleng “Gak akan! Gue jamin!!”
“Oke deh, nanti gue pulang.” Seru Eca. Aby mengangguk tersenyum pada gadis dihadapannya itu.
“Gue ke toilet dulu ya kak..” Eca berjalan ke arah toilet. Ia membasuh mukanya agar tak terlihat kusut “Duh gue ngelihat kak Aby senyum terus bisa diabetes gue!!”
“Oh lo suka sama Aby?” seru seseorang tiba-tiba.
Eca menoleh dan terkejut melihat siapa yang kini sedang bersamanya di toilet “Lo siapa?”
“Gue saranin lo jauhin Aby! Karena Aby punya gue!!”
“Kenalin gue Stella pacarnya Aby!!”
*
*