Arzam melangkahkan kakinya menuju ke kamar tidurnya. Ia memasuki kamar tidurnya dan tersenyum lebar. "Masih benar-benar gak nyangka sih kalau dia akhirnya ke luar juga dari rumah ini. Bodoh banget dia. Bisa-bisanya dia meninggalkan rumah ini hanya karena muak dengan semua sandiwara gue. Dia gak tahu aja dengan perginya dia dari rumah ini maka itu artinya dia memberi kesempatan yang besar ke gue untuk bisa menguasai rumah ini," gumam Arzam dengan senyum miring. Arzam lalu mengendikkan bahunya dan menghirup udara. "Hmm malam ini kan mereka semua benar-benar gak ada di rumah. Itu artinya gue bisa bebas melakukan apa saja yang gue mau di rumah ini termasuk merasakan bagaimana nyamannya tidur di kamar si Calvin. Gue penasaran sih seberapa mewah kamar dia dibandingkan dengan kamar gue," guma

