Hari Berikutnya

1682 Kata

Keesokkan harinya, pada saat adzan subuh telah berkumandang, Jelyn baru saja ke luar dari kamar mandi dan telah membersihkan diri. Ia kemudian melaksanakan sholat subuhnya. Sementara itu di sisi lain, ketiga temannya masih tertidur pulas di depan televisi. Tadi malam Jelyn sudah berusaha untuk membangunkan mereka, namun mereka tetap tidak bangun. Hingga akhirnya Jelyn mengambilkan selimut untuk menutupi tubuh mereka agar tidak digigit nyamuk. Setelah itu, Jelyn juga menyalakan kipas angin agar mereka tidak kepanasan. Pelan-pelan Lia mulai terbangun dari tidurnya. Ia lalu duduk dan melihat sekelilingnya dengan mata yang masih sayup-sayup. “Lah kenapa gue bisa tidur di sini?” tanya Lia pada dirinya sendiri. Ia lalu melirik ke arah Sania dan Fara yang masih tertidur pulas di sana. “Buse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN