Arzam mengambil posisi duduk pada sebuah kursi yang posisinya tak jauh dari posisi Calvin dan Jelyn duduk saat ini. Ia terus memperhatikan ke arah Jelyn dan Calvin meski secara sembunyi. ....... Calvin menatap Jelyn menunggu jawaban dari Jelyn. "Saya tahu tidak mudah bagi kamu untuk memutuskannya. Saya mengerti kok. Ya seperti yang saya katakan tadi, jika kamu sudah menemukan jawabannya kamu bisa menghubungi saya. Tapi tolong jangan terlalu lama ya," ucap Calvin. Jelyn pun mengangguk. "Iya pak. Saya hanya merasa tidak pantas untuk menerima penawaran itu pak. Ilmu saya rasanya belum cukup untuk hal itu," ucap Jelyn. "Jelyn, saya memilih kamu karena saya percaya bahwa kamu bisa. Saya saja bisa percaya sama kamu masa kamu meragukan diri kamu sendiri sih?" ucap Calvin. Jelyn tersenyum

