Jelyn dan Calvin kemudian mengambil posisi duduk di sebuah kursi yang terdapat di taman rumah sakit tersebut. Jelyn memberi jarak pada Calvin dan meletakkan tas kecilnya di antara mereka agar mereka tidak terlalu berdekatan. Calvin yang melihat hal itu menjadi sedikit canggung. Ia tak pernah menyangka bahwa Jelyn adalah perempuan yang benar-benar taat sekali pada agama. "Kamu ini dulunya sekolah di pesantren ya?" tanya Calvin. Jelyn menggeleng. "Tidak sama sekali pak. Saya sekolah biasa. Bahkan saya anak negeri karena kalau negeri kan sekolahnya gratis pak," ucap Jelyn. "Seingat saya, kamu gak kuliah ya?" tanya Calvin. Jelyn pun mengangguk. "Iya benar pak. Saya tidak punya biaya untuk kuliah. Bisa sekolah sampai selesai saja rasanya saya sudah sangat bersyukur sekali. Mengingat kon

