Tiga pasang mata yang berada di sana pun langsung menatap ke arah Jelyn. Mereka benar-benar terkejut dengan nada bicara Jelyn yang lumayan tinggi. "Kenapa? Gak suka? Gak terima?" tanya Bara dengan angkuhnya. "Saya tahu bahwa usia kamu memang lebih tua dari saya. Tapi itu bukan berarti kamu bisa seenaknya merendahkan saya! Kamu tahu? Bahkan harga diri saya lebih tinggi dari harga diri kamu sebagai seorang lelaki kaya! Meskipun kamu kaya harta, tetapi attitude kamu sangat minim! Kamu miskin dalam segala hal kecuali harta! Dan kamu tidak ada harganya di mata siapa pun!" ucap Jelyn dengan sangat murka. Mendengar penuturan Jelyn barusan, Bara benar-benar emosi. Wajahnya memerah karena marah dengan perkataan Jelyn. Kedua tangannya terkepal dengan sangat kuat. Bahkan sorot matanya begitu tajam

