Arzam baru saja ke luar dari kamar mandi setelah dirinya selesai membersihkan diri. Ia lalu bersiul kemudian mengambil posisi duduk di tepi tempat tidur. Arzam menghentikan siulnya kemudian tersenyum miring. "Gue masih benar-benar gak menyangka kalau gue bisa mengambil posisi ini. Ini benar-benar luar biasa! Lo hebat, zam! So great!" monolog Arzam yang kagum pada dirinya sendiri. Arzam benar-benar bahagia sekali saat ini. "Kayaknya untuk merayakan hal ini gue perlu membuat party. Yaps party! Gue akan party di club! Good idea!" gumam Arzam dengan senyum miring. ...... Jelyn hanya diam menunduk tak ingin menatap Calvin. Dirinya masih sesenggukan meski telah berhenti menangis. "Jelyn, kamu tidak selemah itu. Saya tahu bahwa kamu adalah perempuan yang kuat. In Syaa Allah Jelyn kamu bisa

