"Bukannya tidak percaya diri. Hanya saja aku berusaha untuk sadar diri." ---- Rayhan terbangun dengan senyum tersungging lebar di wajah tampannya. Bukan tanpa sebab. Ini semua tentu karena ia merasakan kebahagiaan ketika mendapati Alinna yang tampak tertidur pulas di dalam dekapannya. Bagaimana wanita itu menenggelamkan wajah cantiknya pada dadaa bidang milik Rayhan. Sedang tangan kanannya mendekap begitu erat seolah tidak ingin berpisah. Maka Rayhan menundukkan sedikit wajahnya demi mengecup singkat puncak kepala wanita itu. Perasaan bahagia terus saja menyergap, lebih-lebih ketika dirinya mengingat momen semalam. Bagaimana Alinna yang selama ini ia kenal sebagai pribadi yang pemalu berubah begitu berani di atas tempat tidur. Sungguh, ia tidak menyangka kalau wanita yang sudah berstat

