"Maya gatau kata ibu panti maya cuman di titipin di sana dan yang menitipkan maya paman dan bibi bahkan maya gatau wajahnya seperti apa"ucap maya sedih
"maaf membuatmu sedih"aidan langsung berhenti bertanya pada maya karna tidak ingin membuat gadis itu semakin sedih
"sekang kamu tidur sekarang sudah malam,bukannya kamu sedang sakit"ucap aidan
"baiklah maya tidur"ucap maya
keduanya melewatkan malam bersama karna sekarang mereka tertidur dengan ranjang yang tidak terpisah bahkan keduanya saling memeluk sampai pagi
pagi pun tiba terlihat keduanya masih terus tertidur di balik selimut tebalnya dan masih setia saling memeluk
"huaammmm"
Maya terbangun karna perutnya berat seperti ada yang menindihnya dan betapa terkejutnya dia mendapati dirinya sedang di peluk oleh aidan
"aaaaaaaaa"maya teriak
aidan kaget langsung terduduk dengan nyawa setengah sadar
"ada apa"ucap aidan kaget
"kak aidan kenapa peluk maya?"ucap maya masih dengan wajah paniknya
"cuman nanya itu aja?"aidan memutar wajahnya malas langsung membaringkan tubuhnya lagi
"ishhhh kok malah tidur lagi"ucap maya terus mengguncangkan tubuh aidan
"5 menit lagi saya keluar mayaa"ucap aidan langsung memejamkan matanya
Maya kesal langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
beberapa menit kemudian....
membersihkan tubuhnya pun sudah selesai maya keluar dari kamar mandinya tapi tidak mendapati aidan berbaring di kamarnya mungkin sudah keluar pikir gadis itu,tanpa menunggu lama lagi maya langsung keluar dari kamarnya perut nya sangat lapar sekali.
"kak bunga selamat pagi"ucap maya sambil tersenyum menghampiri bunga
"nona sudah bangun,bagaimana tubuhnya apakah sudah enakann?"tanya bunga
"lumayan kak,maya rasa maya sudah lebih baik dari kemarin"ucap maya langsung mendudukkan bokongnya di meja makan
"syukurlah"
"kak bunga apa maya boleh menyiapkan masakan untuk semua yang ada di rumah ini?"tanya maya lagi
"jangan nona tuan muda bisa marah sama saya!!"balas bunga sambil menggelengkan kepalanya
"kok gitu,bukannya maya disini untuk bekerja lalu pekerjaan apa yang maya harus lakukan"ucap maya bingung dengan wajah bertanya tanya
"nona bisa tanyakan pada tuan muda kalo soal itu"balas bunga sambil tersenyum
"baiklah kalo begitu maya ke kamar ka aidan duluu yaa"pamit maya langsung berlari menaiki tangga ingin menghampiri aidann
"kak aidan kak aidann buka pintunya"maya terus menggedor gedor kamar pria itu
"kak aidan kemana yaa,apa maya langsung masuk ke dalam aja"gumam maya
"yasudahlah Maya langsung masuk aja"
"maaf yaa kak,maya sudah lancang"ucap maya sambil membuka pintu pria itu
siapa sangka setelah maya membuka pintu dan menutupnya gadis itu di buat terkejut.
"aaaaaaaaa"maya menjerit melihat pemandangan yang ada di depannya
aidan pun kaget karna dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya
"gadis nakal kenapa kamuu masuk tanpa mengetuk pintuu"teriak aidan langsung masuk ke kamar mandi karna malu gadis itu sudah melihatnya untung saja belum ia buka jadi dia tidak melihat miliknya itu
"ishhh maya gatauu kalo kak aidan lagi mandi habisnya kak aidan ga bukain pintu buat maya"maya merasa bersalah sekaligus maluu
"sudahlah sekarang kamu keluar dari kamar saya tunggu saya di meja makan"ucap aidan
"baiklah maya permisi"maya langsung lari keluar kamar karna tidak ingin berlama lama di sana
"kak bunga"maya teriak langsung menghampiri bunga dengan nafas yang tidak beraturan
"ada apa nona!?"tanya bunga panik setelah maya berlari menghampiri pikirnya gadis itu kenapa kenapa
"kak bunga kenapa ga bilang maya kalo kak aidan lagi mandii"ucap maya polos
"m-maksud nona bagaimana!!"tanya bunga kaget
"kak aidan lagi mandi,maya masuk kaget karna kak aidan tidak pakai baju"ucap maya dengan polosnya
"m-maksud nona,nona melihat bebelai tuan muda"bunga benar benar kaget sekarang bagaimana bisa gadis sepolos nona mudanya melihat yang tidak harus ia lihat
"bebelai itu apa!!apakah kak aidan gajah?"maya kaget pikirnya aidan gajah yang terjebak dalam tubuh manusia
"ehh maksud saya bukan seperti itu nona"
"mampus salah ngmong akuu,gimana ini"batin bunga
dia panik untuk saja aidan sudah berada di tangga dan ingin menghampiri gadis itu jadi bunga mempunyai alasan untuk kabur
"ehh tuan muda sudah datang mari makan tuan muda saya sudah siapkan semuanya"bunga mengalihkan pembicaraan nya lalu lari pergi dari hadapan gadis itu
"kak bungaa maya belum selesai bicara"teriak bunga bingung karna tiba tiba bunga lari sebelum menjawab pertanyaannya
"Maya kenapa hoby sekali kamu berteriak di mansion saya!!duduk lalu makan jangan banyak ngomong kamu"ucap aidan langsung menarik tangan maya supaya duduk di sebelahnya
"kak bunga gak jadi ngmong sama maya padahal maya mau tau"ucap maya lesu
"sudahlah nanti bertanya pada saya jangan sama bunga"ucap aidan dia pikir maya bukan menanyakan hal yang tidak tidak
"wawww yang benar kak!?"mayaa senang sekali mendengarnya karna penasaran sekali bebelai itu apa
"iyaa Maya"aidan walaupun bingung mengapa gadis itu bersemangat sekali menanyakan pertanyaan padanya namun dia acuh saja tidak membuat nya berpikir terlalu dalam
maya dan aidan menghabiskan sarapannya itu lalu maya buru buru menghampiri pria yang sudah menjanjikan akan memberitahu padanya
"kak aidan ayoo"ucap maya dengan semangat
"kemana!!"balas aidan bingung
"katanya mau kasih tau maya"ucap maya sedikit kesal karna aidan melupakannya begitu saja
"ahh iyaa tapi kamu harus ikut dulu saya pergi ke perusahaan soalnya saya sekarang bekerja ada meeting penting yang harus saya temui!!"ucap aidan
"tidak masalah maya mau ikutt"gadis itu bersemangat lagian disini dia mau ngapain bingung juga jadi dia memutuskan untuk ikut saja pria itu pergi
keduanya pun keluar dari rumah itu ingin menghampiri mobil yang akan di pakai pria itu sekarang
"tuan berangkat sekarang"ucap bram sambil menundukkan kepalanya hormat pada majikannya
"bram diam disini!!biar saya yang bawa mobilnya"ucap aidan
bram kaget karna baru kali ini tuan mudanya menginginkan membawa mobil sendiri biasanya kemana pun pria itu pergi bram harus mengikutinya.
"baik tuan kalo gitu saya permisi"ucap bram langsung meninggalkan tuan mudanya itu
dari kejauhan bram melihat interaksi tuan mudanya dengan gadis yang dia temui kemarin terlihat begitu akrab.
"tuan muda semoga anda dan nona berjodoh"ucap bram dengan senyumannya itu
"masuk"ucap aidan pada gadis itu
"baiklah"balas maya lalu ia pun masuk ke dalam mobil mewah milik aidan itu
mereka pun sampaise di perusahaan yang di maksud aidan terlihat banyak pasang mata yang melihat interaksi keduanya sangat begitu akrab mereka pikir aidan membawa adiknya
"siapa gadis yang bersama tuan muda!!apakah itu adiknya"ucap salah satu karyawan di sana
"aku rasa gadis itu memang adiknya terlihat dari tubuhnya dia terlihat gadis yang mungil"ucap temannya yang terlihat gemas melihat gadis cantik itu
banyak pasang mata yang melihat interaksi mereka terlebih lagi ketika mereka melihat bosnya itu menggandeng gadis mungil itu di sampingnya
maya kaget namun sebaik mungkin dia tidak memberontak karna bukan saatnya sekarang