"kenapa Maya di bawa ke sini"
maya masih bertanya mengapa dia di bawa kesini oleh aidan,ketika memasuki kamarnya maya di buat geleng geleng lagi
"YaAllah ini maksudnya apa?indah sekali,maya belum pernah punya kamar seindah ini"gumam maya
"bahkan jika Maya membawa semua anak anak panti pasti masih ada tempat yang kosong,apa maya bisa tinggal lebih lama lagi disini"
maya merebahkan dirinya di kasur empuk itu,tetapi setelah itu maya malah menutup matanya masuk ke dalam mimpi,mungkin karna kecapean
"gadis nakal itu sudah berani masuk ke dalam kehidupanku,dan akan ku pastikan kau tidak bisa keluar lagi gadis manis"gumam aidan sambil senyum senyum memikirkan tingkah gemas gadis yang baru masuk ke dalam kehidupannya dan tanpa pikir panjang langsung masuk
waktu berlalu maya terbangun dari tidur nyenyaknya itu...
"huaaammm"maya terbangun langsung menguap
"aduhh maya ketiduran,gimana sii kamu maya kamu kan disini numpang bukannya bantu bantu di luar malah enak enak tidur"gumam maya langsung terbangun dan masuk ke dalam kamar mandi karna memang kamar mandi di sana berada dekat dengan tempat tidurnya tinggal beberapa langkah
beberapa menit setelah gadis itu mandi,maya bingung dan baru tersadar gadis itu tidak punya baju lalu skrg dia pake apa,pikirnya.
"maya kan gapunya baju terus pake baju apa dong"gumam maya
dia sudah lama duduk di tempat tidurnya karna dia bingung sekali harus pake baju apa.
tok tok tok...
"kemana gadis ituu,duhh gue gatau nama nya"gumam aidan dan terus menggedor gedor kamar maya
clekkk..
gadis itu langsung membuka pintu kamarnya,terlihat gadis itu sedang mengintip aidan di balik pintu kamarnya
"kak aidan Maya bisa minta tolong"ucap maya sambil memperlihatkan wajah imutnya itu
"minta tolong?"aidan bingung tidak mengerti maksud gadis itu
"bisa tolong panggilkan kak bunga"
"buat apa?!"ucap aidan kebingungan
"nanti maya ceritain sekarang maya butuh banget kak bunga,maya dingin"ucap maya
aidan kaget pikirnya gadis itu sedang demam tanpa pikir panjang aidan langsung tergesa gesa menuruni tangga rumahnya
"bungaaaaaa"teriak aidan dengan kencang
bunga yang berada di dapur langsung kaget dan berlari menghampiri tuan mudanya itu
"tuan apa saya membuat kesalahan"ucap bunga pikirnya dia membuat kesalahan hingga aidan marah besar
"tolong pergi ke kamar gadis itu skrg cepat!!"ucap aidan dengan nada tinggi
"maksud tuan maya?!"bunga malah terus bertanya dan membuat aidan kesal
"lo mau gue pecatt!!"ancaman aidan mampu membuat bunga panik setengah mati
"maaf tuan saya akan segera ke sana"ucap maya langsung pergi dari hadapan tuannya tanpa pikir panjang
"jadi namanya maya,cantik seperti orangnya"gumam aidan sambil senyum senyum sendiri
sesampainya bunga di depan pintu kamar maya tanpa pikir panjang gadis itu langsung mengetuk pintu kamar gadis itu
"kak bunga langsung masuk aja"teriak maya dari dalam
mendengar gadis itu mempersilahkan dirinya masuk bunga langsung masuk dan betapa terkejutnya dia melihat nona muda nya tidak memakai pakaian hanya memakai handuk saja dan sedang menggigil seperti kedinginan
"kak bunga maya kedinginan"gadis itu tampak pucat karna sudah lama sekali dia tidak memakai baju ada sekitar 2 jam
"aduhhh nona kenapa nona tidak memakai baju lihatlah tubuh nona sudah terlalu dingin dan wajah nona sudah semakin pucatt!!"bunga panik langsung menghampiri gadis itu
"kak bunga maya tidak punya baju disini"ucap maya masih kedinginan tubuhnya sudah menggigil hebat
"nona mari ikut saya cepat!!"bunga langsung membawa maya ke tempat baju berada
"nona disini tempat baju nya maaf ini salah saya tidak memberitahu lebih lanjut tentang letak baju di kamar ini"bunga merasa bersalah sekali pada maya kalo aidan tau bisa habis dia
bukannya cepat cepat ganti baju maya malah di buat tercengang melihat deretan baju,sepatu,tas tertata rapih
"kak bunga ini toko baju"tanya maya polos dengan mata tidak berkedip
"nona di ruangan ini semua milik nona jadi nona berhak atas semua barang disini,cepat nona ganti baju sebelum nona sakit"ucap bunga sambil memilih baju mana yang cocok di pake maya
"ini sungguh luar biasa kak bunga maya suka sekali"ucap maya masih tidak percaya
"cepat nona pake baju ini lalu nona istirahat saya akan membuatkan teh jahe untuk nona"ucap bunga lagi
"maya tidak apa apa,kak bunga tidak usah repot-repot"ucap maya tidak enak hati
"ini sudah kewajiban saya nona jadi cepat nona berbaring di tempat tidur nanti saya kembali lagi kesini"ucap bunga
tanpa menunggu persetujuan maya bunga langsung keluar dari kamar gadis itu dan betapa kagetnya ia setelah membuka pintu terlihat seorang pria yang sedang menatapnya tajam hingga menusuk jantungnya itu
"kenapa gadis itu!!"tanya aidan dengan sorot mata tajam dan wajah yang datar
"maaf tuan ini salah saya,saya lupa memberitahu nona muda letak pakaian dimana jadi karna kesalahan saya nona muda menjadi kedinginan dan sekarang tubuhnya menggigil"ucap bunga dengan wajah ketakutan
"bodoh sekalii kamu bungaa,bagaimana bisa kamu membuat kesalahan sebesar itu hingga maya menggigil kedinginan!!"
"saya tidak mauu tau kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi kalo sampe itu terjadi siap siap angkat kaki dari rumah ini!!"bentakk aidann pada bunga
"baik tuan saya mengerti kalo begitu saya pergi dulu ingin membuatkan jahe hangat untuk nona muda"pamit bunga
"pergilah bodoh!!"
aidan ingin masuk ke dalam dan menanyakan keadaan gadis itu namun mengurungkan niatnya karna harus melawan gengsinya yang terlalu tinggi jadi akhirnya ia masuk ke dalam nya kamarnya lagi
"apa gadis itu baik baik saja"gumam aidan mondar mandir di dalam kamar ke sana kemari
"ahh bodoh kenapa gadis itu membuatku gilaa!!"gumam aidan sambil menahan emosinya
di kamar sebelah...
"duhh kak bunga mana yaa maya gakuat dingin sekali"gumam maya denga tubuh masih menggigil
"nona muda"
bunga sudah kembali lalu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu langsung masuk ke ruangan gadis itu
"kak bunga mana teh jahe nya maya dingin"ucap maya
"ini nona,nona duduk terlebih dahulu biar saya bantu"ucap bunga sambil membantu mendudukkan maya
"terimakasih kak bunga"ucap maya sambil tersenyum ke arah bunga
"itu sudah kewajiban saya nona,kalo begitu saya permisi jika butuh sesuatu panggil saya"pamit bunga dengan di angguki oleh maya
"persetan dengan gengsi gue harus masuk ke kamar Maya bodo amat dia marah yang paling penting gue harus tau keadaannya"ucap aidan langsung keluar dari kamarnya dan ingin masuk kamar maya
clekk...
"kak bunga bawa apalagi"maya sedang membelakangi pintu tidak tau bahwa yang masuk adalah aidan
"ini saya maya"ucap aidan sambil mendekati maya
"ehh kak aidan,maaf maya pikir kak bunga"ucap maya langsung mendudukkan tubuhnya dengan susah parah
"berbaring saja lagi maya tidak perlu memaksakan untuk bangun saya tau kamu sedang sakit"ucap aidan dengan lembut
maya langsung membaringkan tubuhnya lagi karna memang dia sedang benar benar tidak enak badan hanya ingin rebahan
"kak aidan Maya dingin,maaf lancang apa boleh maya di peluk?"tanya maya ragu ragu karna takutnya aidan marah
tanpa pikir panjang aidan langsung melepas sepatu dan jasnya ingin berbaring di samping maya
"ehhh kok di lepas jas sama sepatunya"maya heran
"katanya kamu mau saya peluk,lalu apa lagi tidak mungkin saya berbaring dengan menggunakan jas"ucap aidan langsung membaringkan tubuhnya
"ahh iya terimakasih"ucap maya
aidan tanpa menunggu lama langsung memeluk maya dengan jarak yang begitu dekat
"apakah setiap kamu sakit harus di peluk seperti ini"tanya aidan
"iya setiap maya sakit selalu di peluk sama"
maya belum menyelesaikan omongannya langsung di potong oleh aidan karena dirinya kaget pria mana yang memeluk maya selain dirinya siall dia bukan laki laki pertama yang memeluk gadis itu pikirnya
"laki laki mana yang memelukmu selain diriku!!"tanya aidan cepat
"ishhhh gamauuu bukan laki laki,makanya kalo maya ngomong itu jangan di potong dong jadinya salah paham"kesal maya omongan nya tiba tiba di potong aidan
"maaf saya kira laki-laki yang memelukmu,lalu siapa?!"aidan merasa lega karna baru dia yang pertama kali memeluk gadis itu
"ibu panti"balas maya singkat karna terlanjur kesal pada aidan
"laki-laki lain menolak,mengapa saya tidak!?"ucap aidan tersenyum menggoda maya
"karna yang ada disini cuman kak aidan jadi maya terpaksa minta kak idan peluk maya"jujur Maya
"siall terpaksa dia bilang,tenang aidan dia hanya gadis polos yang harus di balas dengan kesabaran olehmu"batin aidan kesal dengan gadis yang ada di dekapannya itu
"ohh gitu,terus maksud ibu panti?apa kamu tidak mempunyai orang tua!!"tanya aidan serius