BAB 25 : Perasaan Sedih Yang Tiba-Tiba Datang

1022 Kata

"mau kemana lagi kita.? jujur aku sudah lelah. " Zico meminum air mineral di tangannya, keringat tampak mengalir di wajah tampannya. "kita belum ke dufan, kamu janji akan menemaniku kesana. " "tapi kamu sedang hamil, kamu tidak bisa naik wahana disana. untuk apa kesana kalau tidak bisa naik wahanya. " "pokoknya aku ingin kesana. " "ya ampun.. dari mana sih sikap keras kepalamu berasal? perasaan pertama kali bertemu sikapmu tidak seperti ini." Zico menggerutu meskipun ia tetap mengantar Nisha ke dufan. "dari bayi ini aku rasa. " Nisha menjawab asal-asalan, mendengar nama bayi di sebut-sebut membuat Zico kembali menyerah. meskipun tidak bisa menaiki semua jenis eahan disana, ada 1 wahana yang dirasa cukup untuk di naii oleh seorang bumil, wanana bianglala. Nisha menunjuk wahana itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN